Sektor Komunikasi Jadi Sumber Pertumbuhan Investasi Indonesia Di 2021

Sektor Komunikasi Jadi Sumber Pertumbuhan Investasi Indonesia Di 2021

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan menyebut komunikasi menjadi salah satu sektor yang termasuk dalam sumber pertumbuhan investasi di 2021. Menurutnya, potensi bisnis di sektor ini cukup besar karena saat ini komunikasi yang dilakukan secara virtual sangat diperlukan, terlebih di masa pandemi virus corona (Covid 19). Investasi pada sektor ini tentunya lebih berfokus pada penyedia perangkat komunikasi.

"Anything virtual butuh wifi, butuh coverage internet dan gadget perkakas komunikasi, ini membuka potensi bisnis komunikasi, ada belasan ribu pulau yang perlu dihubungkan perangkat komunikasi," kata Panji, dalam konferensi pers virtual 'Mandiri Investment Forum 2021', Senin (25/1/2021). Sektor komunikasi merupakan satu dari lima sektor sumber pertumbuhan investasi di Indonesia pada 2021. Sektor lainnya yang mendukung potensi pertumbuhan ini adalah infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan manufaktur.

Untuk infrastruktur, pemerintah masih terus berfokus pada sektor ini di 2021. "Di dalam pulau butuh dukungan infrastruktur dan tidak bisa jalan sendiri, perlu lokomotif. Dan ini ada multiplayer efek di provinsi dan kabupaten yang didorong infrastruktur maupun yang dilakukan manusia dan arus barang," jelas Panji. Selanjutnya ada pula sektor kesehatan yang semakin menjadi fokus karena pandemi Covid 19 mendorong diperlukannya pemenuhan alat kesehatan (alkes) yang selama ini masih didominasi produk impor.

Diharapkan, pada 2021 investasi di sektor ini mendorong produksi alkes lebih difokuskan di dalam negeri. Kemudian sektor pendidikan yang semakin memanfaatkan digitalisasi melalui proses belajar mengajar secara virtual di masa pandemi. Selain itu, sektor manufaktur yang berfokus pada industri otomotif dan elektronik.

Untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan investasi asing di tanah air pada tahun ini, Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas pun akan menggelar Mandiri Investment Forum 2021 bertajuk 'Reform After the Storm' secara virtual pada 1 hingga 5 Februari 2021. Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengungkapkan forum ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya pemerintah dalam mengakselerasi investasi. Terutama penanaman modal asing secara langsung ke Indonesia, agar dapat mendorong pemulihan ekonomi serta menjaga pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

"Terdapat beberapa sektor ekonomi potensial untuk menarik investasi swasta, diantaranya adalah sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, komunikasi atau ICT, dan beberapa industri manufaktur yang terdampak positif dari perjanjian perdagangan, seperti otomotif dan elektronik," kata Andry. Forum yangdidukung oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini akan diikuti lebih dari 10 ribu investor yang berasal dari dalam dan luar negeri. Termasuk di dalamnya sekitar 500 investor maupun perusahaan asing, perwakilan kedutaan besar serta nasabah Kantor Luar Negeri Bank Mandiri yang mengelola aset hingga lebih dari 4 triliun dolar Amerika Serikat (AS).

Panji menjelaskan, forum ini sengaja digelar untuk menciptakan sinergi yang baik antara sejumlah pihak, mulai dari investor, pelaku usaha hingga para pemangku kepentingan untuk memulihkan ekonomi nasional di masa pandemi virus corona (Covid 19). "Digelar untuk ke 10 kalinya, Kami berharap forum ini dapat menjadi platform bagi pemerintah untuk menyampaikan arah kebijakan yang telah digariskan dalam pemulihan ekonomi Nasional kepada investor secara lengkap," kata Panji. Hal itu agar para investor mampu menangkap peluang investasi yang dapat mendukung upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Sehingga dapat membangkitkan kepercayaan diri untuk berusaha dan melakukan ekspansi bisnis di Indonesia," jelas Panji. Nantinya, dalam Mandiri Investment Forum 2021 ini, akan hadir sejumlah pejabat tinggi negara serta tokoh ekonomi internasional. Mulai dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, kemudian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Selanjutnya akan hadir pula Kepala BKPM Bahlil Lahadaila, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Executive Chairman of Neo bank Moven sekaligus penulis buku Bank 4.0 Brett King serta Profesor ekonomi Universitas Harvard Kenneth Rogoff. Mereka akan menjadi narasumber untuk menjelaskan mengenai arah kebijakan pemerintah ke depan serta perkembangan terkini ekonomi global dan respons yang perlu dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.