Masih Ingin Liat Detail Prososal AS Sambut Baik Perpanjang Perjanjian Senjata Nuklir Rusia

Masih Ingin Liat Detail Prososal AS Sambut Baik Perpanjang Perjanjian Senjata Nuklir Rusia

Pemerintah Rusia menyambut niat presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk memperpanjang perjanjian kontrol senjata nuklir ‘New START’ dengan Rusia. Namun Kremlin mengatakan Moskow ingin melihat proposal konkret dari Washington, demikian dilansir Reuters Jumat (22/1/2021). Gedung Putih mengatakan Biden akan mengupayakan perpanjangan perjanjian kontrol senjata yang akan berakhir pada awal Februari, dalam salah satu keputusan kebijakan luar negeri prioritas dari pemerintahan baru.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan penting untuk melihat detail proposal AS. Sebelummya Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mengupayakan perpanjangan lima tahun untuk perjanjian kontrol senjata niklir (News START) dengan Rusia. Perjanjian pembatasan senjata nuklir antara AS dengan Rusia disebut New Strategic Arms Reduction Treaty (START).

Hal ini disampaikan Gedung Putih pada Kamis (21/1/2021) waktu setempat seperti dilansir Reuters, Jumat (22/1/2021). Ini termasuk salah satu keputusan kebijakan luar negeri prioritas dari pemerintahan baru menjelang berakhirnya perjanjian pada awal Februari mendatang. "Presiden telah lama memahami bahwa perjanjian New START adalah untuk kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat. Dan perpanjangan ini semakin masuk akal ketika hubungan dengan Rusiaseperti saat ini," kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki dalam konferensi pers. Dia juga mengatakan Biden telah "menugaskan" komunitas intelijen AS untuk penilaian penuhnya terhadap pelanggaran siber Solar Winds, campur tangan Rusia dalam pemilu 2020, penggunaan senjata kimia Rusia terhadap pemimpin oposisi Alexei Navalny dan dugaan pemberian hadiah pada tentara AS di Afghanistan.

"Bahkan ketika kami bekerja dengan Rusia untuk memajukan kepentingan AS, begitu juga kami bekerja untuk meminta pertanggung jawaban Rusia atastindakan sembrono dan permusuhannya," kata Psaki. Perjanjian kontrol senjata, yang akan berakhir pada 5 Februari mendatang, membatasi Amerika Serikat dan Rusia untuk tidak memliki lebih dari 1.550 hulu ledak nuklir strategis. Selain membatasi jumlah senjata nuklir strategis yang dikerahkan ke level terendah dalam beberapa dekade, New START juga membatasi rudal dan pembom berbasis darat dan kapal selam yang mengirimkannya.

Dalam sebuah pernyataan, Pentagon mengatakan bahwa warga Amerika "jauh lebih aman" dengan perjanjian itu utuh dan diperpanjang. Sebelumnya, seorang sumber yang akrab dengan keputusan itu mengatakan kepada Reuters bahwa anggota parlemen AS telah diberi pengarahan tentang keputusan Biden tentang perjanjian New START. Kremlin mengatakan padaRabu (20/1/2021) tetap berkomitmen untuk memperpanjang perjanjian New STARTdan akan menyambut upaya yang dijanjikan oleh pemerintahan Biden untuk mencapai kesepakatan.(Reuters/AP/AFP/CNN)

Leave a Reply

Your email address will not be published.